Langsung ke konten utama

Pameran "Laut Kita Masa Depan Kita" oleh Sejauh Mata Memandang



Hai Readers,

Taukah kamu? Apabila kita tidak mengubah cara hidup di Planet Bumi, rumah kita bersama, dan satu-satunya. Maka tahun 2050 nanti, dilaut lebih banyak plastik daripada ikan. Melalui Pameran bertajuk "Laut Kita Masa Depan Kita" Sejauh Mata Memandang mengajak kita untuk memiliki kepeduliaan akan lingkungan dan mengubah pola hidup kita yang tidak merugikan alam. 

Pameran "Laut Kita Masa Depan Kita" diadakan oleh brand lokal sustainable fashion, yaitu Sejauh Mata Memandang pada 28 November 2019-2 Februari 2020 di Senayan City level 1 unit 1.08 Jakarta.  Pada awal tahun 2020 saya bersama teman-teman pergi dari Kota Cilegon menuju Jakarta. 

Pameran ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai bahaya, dan dampak plastik sekali pakai terutama pada ekosistem laut sebagai kunci masa depan bangsa, perubahan ada di tangan anak-anak kita. Pameran ini merupakan ajakan agar kita senantiasa berkomitmen, menjaga dan melestarikan laut Indonesia. Selain itu, pameran ini dilaksankaan sekaligus untuk menyambut Hari Anak Universal Pada Tahun 2019 oleh Sejauh Mata Memandang bersama beberapa kolaborator menyelenggarakan pameran dan peluncuran koleksi Musim Rintik Tahun 2019 bertajuk Daur. 

Dalam Pameran ini selain menikmati pameran yang disajikan bisa juga melakukan foto dan menikmati fasilitas yang ada.






Selain itu, kita juga bisa membeli produk atau merchandise di outlet Sejauh Mata Memandang di depan pameran ini. disana terdapat produk baju, syal, pounch dan set alat makan dan lain-lain,


Ada kabar baik kembali dari Sejauh Mata Memandang. Bahwa akan diadakan pameran kembali bertajuk "Bumi Rumah Kita" mulai dari 30 April- 1 Agustus di Senayan City. kali ini bertujuan  mengkampanyekan darurat sampah di Bumi. Dalam Pameran ini nantinya akan disediakan kotak penyaluran sampah textil dan anorganik seperti plastik, produk kecantikan, dan kertas yang akan di distribusikan kepada mitra Sejauh Mata Memandang untuk didaur ulang dan disumbangkan. Informasi lainnya dapat dilihat di Instagram Sejauh Mata Memandang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bernarasi : Cerpen Senandung Hujan

Suara rintik air hujan berdendang di sore hari tatkala senja menghampiri. Awan hitam menutup hamparan langit jingga Sang senja yang dikagumi oleh Kanaya. Kanaya berdiri menghadap jendela rumah bersama secangkir teh dalam genggamanya.   Kanaya menatap hujan. Bola matanya yang berwarna hitam memancarkan sendu tak berwarna. Pancaran mata yang memikirkan hal yang mengusik pikiranya. Ia menatap hujan yang digemari manusia-manusia di muka bumi. Hujan yang berisi harapan, kebahagian dan kesejukan bagi mereka yang senang terhadapnya Namun, bagi Kanaya suara itu berbeda. Bagi Kanaya hujan adalah histori yang mendekap dalam hati yang ingin dilupakan. Jika setiap rintik air hujan itu bisa dibuat tak bersuara maka Kanaya akan lakukan hal itu.   Namun, Kanaya tak dapat menahan hujan. Tatkala hujan berhenti gadis   berambut ikal dengan wajah tak berekspresi ini pun berangkat menuju perpustakaan   kampus. Ia adalah salah satu mahasiswi jurusan kedokteran di Universitas adi...

Sayang Bumi Bersama Sabumi Festival 2019

Hai, Readers    Kalian tau gak sih?kalo tanggal 28 November itu diperangati sebagai Hari Pohon Nasional. Kalo kalian tau, kalian hebat. Kalo belum tau, yuk cari tau. Nah, dalam memperingati Hari Pohon Nasional, Sabumi Festival mengajak kita semua penduduk bumi untuk berkelana bersama di F orest Walk Babakan Siliwangi Kota Bandung. kegiatan ini dilaksanakan pada 30 November 2019.  Sabumi dan membumi. Sebagai penduduk bumi. kayaknya kita bukan hanya harus memanusiakan manusia tetapi juga harus membumikan bumi. Tidak semua hal harus bumi tanggung sendirian sebagai penduduk bumi kita juga harus membantu bumi dengan mempelajari berbagai langkah yang ramah lingkungan. Maka dari itu, dikegiatan ini kita akan berkelana, bermain  dan belajar bersama di Sabumi Festival 2019. Berikut ini berbagai macam kegiatan di Sabumi Festival 2019 1. Pasar Sabumi  Di pasar ini kita akan menjumpai berbagai tenant yang berkerjasama dengan Sabumi dan mereka semua menyaji...

Bernarasi : Surat Untuk Aksioma

Pada 26 November 2019 Katanya manusia yang masih hidup bisa berkomunikasi tanpa harus bertatap muka.Maka aku memohon  segelap apapun tempatmu kini. Jangan pernah berhenti untuk mencari celah cahaya datang. Jangan berhenti bernapas meskipun disana hampa. Jangan berhenti untuk mencari datangnya suara.  Untuk Aksioma,  Tidak semua hal harus kamu yang tanggung. kamu tidak sendirian dan jangan pernah merasa sendirian. Jika terasa sulit untuk bergerak maju, kemarilah dan rehat sejenak. Aku akan menjadi tempat berbagi dan mari kita tanggung bersama, Jangan pergi dengan sia-sia sekalipun itu sangat kamu inginkan. Jangan pernah berfikir untuk pergi dengan sia-sia.  Aku memohon dengan sangat. Mari kita tumbuh bersama. Jika bagimu tumbuh sendiri menjadi amat sulit. Maka berpalinglah dan duduk bersama ku. mari kita lihat indahnya semesta bersama. Mari berhenti disini untuk menyakiti diri sendiri dan berhenti menyalahi diri sendiri.  Kamu benar, jika kamu bisa melupakan kena...